"Apa aku terlalu memujinya?", "Tidak, kamu tengah memujanya" kata sahabatku
"Indra" namanya. Nama pasaran yang hampir disetiap kelas ada. Tapi ditelingaku, nama ini istimewa. Kenapa dia begitu istimewa, aku sendiri tak memiliki alasan untuk itu. Hanya saja ketika melihat senyumnya, mendengar tawanya, dan menatap matanya aku selalu merasa dia istimewa. Sayangnya aku terlalu kaku dan berkeras hati untuk mengakuinya. Mungkin malu, mungkin segan, mungkin gengsi atau mungkin aku takut. Dimataku indra begitu sempurna, baik, tampan, jenius disegala bidang, easy going, berteman dengan semua orang, ramah, disenangi guru... oops, apakah aku terlalu memujinya? "Tidak, kamu sedang memujanya" begitu kata Ully, sahabatku.